Kamis, 24 Oktober 2013
Selasa, 06 Agustus 2013
Syarat & Ketentuan Apresiasi PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan)
15.55
1 comment
1. Telah
memiliki pengelola.
2. Memiliki
fasilitas yang lengkap :
a. Fasilitas
utama : 1. Server, 5 Klien, 1 Printer, 1 Modem, Jaringan, Mebeler
b. Fasilitas
pendukung : Tempat, Papan nama, rambu-rambu
3. Jam
operasional ( minimal 8 jam per hari )
4. Telah
dimanfaatkan oleh masyarakat setiap hari
Syarat & Ketentuan Lomba Jingle
15.43
2 comments
1. Seluruh materi dan lagu jingle yang dikirim peserta adalah menjadi milik penyelenggara.
2. TIDAK ADA BIAYA APAPUN dalam kompetisi ini.
3. Peserta dapat mengirimkan lebih dari 1 karya jingle.
4. 6 (enam) jingle terbaik akan dipilih oleh Dewan Juri dan kemudian akan diproduksi dengan layak oleh pihak penyelenggara.
5. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.
6. Pihak penyelenggara tidak akan bertanggung jawab bila ada tuntutan dari pihak ketiga ketika ada materi-materi jingle peserta yang ternyata terlindungi oleh hukum kepemilikan intelektual.
Syarat & Ketentuan Lomba Film Dokumenter
15.23
No comments
1. Film dibuat berdasarkan Fakta
2. Tema untuk Film Dokumenter “Membuka Jendela Dunia”
3. Peserta adalah Siswa atau Mahasiswa dan Umum. Bisa perorangan atau kelompok.
4. Film bukan animasi, iklan, company profile, atau teaser.
5. Ide cerita BEBAS, tidak mengandung unsur SARA.
6. Film merupakan karya asli (orisinal) dan belum pernah diikutsertakan lomba.
Timeline Workshop AKUSO 2013
14.48
No comments
1. 02 September 2013, di Makasar
2. 04 September 2013, di Denpasar
3. 06 September 2013, di Medan
4. 09 September 2013, di Balikpapan
5. 11 September 2013, di Semarang
6. 16 September 2013, di Jakarta
7. 02 November 2013, di Samarinda
Timeline Lomba AKUSO 2013
14.42
No comments
- 22 Juli - 30 September 2013
- 30 September 2013
- 01 - 21 Oktober 2013
- 23 - 24 Oktober 2013
- 26 Oktober 2013
- 02 November 2013
Senin, 22 Juli 2013
Film Dokumenter
01.45
No comments
Sebelumnya perlu diketahui bahwa film secara umum dibagai sebagai berikut :
- Film Dokumenter, merupakan film yang berhubungan dengan orang-orang, tokoh, peristiwa, dan lokasi yang nyata. Film Dokumenter tidak menciptakan suatu peristiwa atau kejadian namun merekam peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi atau otentik.
- Film Fiksi, merupakan film yang sering menggunakan cerita rekaan di luar kejadian nyata serta memiliki konsep pengadeganan yang telah dirancang sejak awal.
- Film Eksperimental, merupakan jenis film yang berbentuk abstrak dan tidak mudah dipahami. Hal ini disebabkan karena mereka menggunakan simbol-simbol personal yang mereka ciptakan sendiri.
Apa itu Film??
01.14
No comments
![]() |
| Definisi Film |
Definisi Film
Film adalah gambar hidup, juga sering disebut Movie. Film secara kolektif sering disebut sinema. Sinema itu sendiri bersumber dari kata kinematik atau gerak. Film juga sebenarnya merupakan lapisan-lapisan cairan selusosa, biasa dikenal di dunia para sineas sebagai seluloid. Pengertian secara harfiah film (sinema) adalah Cinematrographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = graph (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera.
Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi. Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama ciaran pengembang (developer).
Film adalah gambar hidup, juga sering disebut Movie. Film secara kolektif sering disebut sinema. Sinema itu sendiri bersumber dari kata kinematik atau gerak. Film juga sebenarnya merupakan lapisan-lapisan cairan selusosa, biasa dikenal di dunia para sineas sebagai seluloid. Pengertian secara harfiah film (sinema) adalah Cinematrographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = graph (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera.
Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi. Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama ciaran pengembang (developer).
Selasa, 09 Juli 2013
Profile Juri Lomba Jingle Layanan KPU-USO
14.05
No comments
Lahir di bandung, 3 Oktober 1973. Pria yang biasa dipanggil Jodi Handoyo memulai karir pada tahun 1997 sebagai Direktur Kreatif pada advertising agency PT Karsa Adhi Dasatama dan pada tempat yang sama tahun 1999 dia menjabat sebagai Direktur Pengembangan Produk. Selang berapa lama pada tahun 2000 dia pindah sebagai Manager Produksi di Perusahaan Farmasi dan Kimia.
Pada tahun 2008, Mahasiswa lulusan Institut Music di California tahun 1996 ini kemudian bekerja kembali di dunia seni sebagai penata music, film dan media visual sampai akhirnya di tahun 2012 dia mendirikan Sekolah Produksi Musik yang diberi nama "DREAMSKY" yang berada di Punclut, Bandung.
Jodi Handoyo merupakan sosok yang mempunyai kapabilitas yang kuat dalam bidang seni maupun dalam bidang penjurian dengan sederet penghargaan dan prestasi yang ia miliki.
Sebagai seniman, ia aktif sebagai penata musik dan film serta pencipta lagu. Aktif pula menjadi juri kompetisi dan nara sumber di berbagai acara.
Pada tahun 2008, Mahasiswa lulusan Institut Music di California tahun 1996 ini kemudian bekerja kembali di dunia seni sebagai penata music, film dan media visual sampai akhirnya di tahun 2012 dia mendirikan Sekolah Produksi Musik yang diberi nama "DREAMSKY" yang berada di Punclut, Bandung.
Jodi Handoyo merupakan sosok yang mempunyai kapabilitas yang kuat dalam bidang seni maupun dalam bidang penjurian dengan sederet penghargaan dan prestasi yang ia miliki.
Sebagai seniman, ia aktif sebagai penata musik dan film serta pencipta lagu. Aktif pula menjadi juri kompetisi dan nara sumber di berbagai acara.
Ruli Hairul Handiman atau biasa dipanggil Ruli yang lahir di bandung, memulai belajar musik setelah lulus dari sekolah tinggi dengan bantuan keluarganya, yang juga terlibat dengan musik. Dia pertama kali diperkenalkan ke musik oleh ayahnya Syabar Handiman, yang juga penulis lagu, dan tambahan oleh Harry Roesli, yang menjadi adik iparnya.
Harry Roesli adalah seorang musisi yang sangat dipengaruhi musik pada saat itu, dengan mengacu pada musisi dari dunia Barat seperti Giant Gentle, Frank Zappa, Gino Vanelli, Weather Report, dan lain-lain, dalam musiknya sendiri. Ruli juga diajarkan dan dibantu oleh kakak musisi, Haviel Perdana Handiman. Pada tahun 1989, Ruli melompat ke industri musik dengan membentuk kelompoknya, Digital Music Crew, dengan Doddy Soedaryanto dan Erick Yusuf. Setelah kematian Roesli, Ruli dipromosikan sebagai Direktur Kepala Program Musik "RUMAH MUSIK HARRY ROESLI".
Tahun 1990 dia meluncurkan Album pertama DMC "Ooo Ae Ee Oo" (Saturn Record) keluar. Mulai belajar Harmoni dengan Deden AZ dan Andre Hehanusa.
Karya-karya Ruli sudah banyak di publish di TV Nasional.
Harry Roesli adalah seorang musisi yang sangat dipengaruhi musik pada saat itu, dengan mengacu pada musisi dari dunia Barat seperti Giant Gentle, Frank Zappa, Gino Vanelli, Weather Report, dan lain-lain, dalam musiknya sendiri. Ruli juga diajarkan dan dibantu oleh kakak musisi, Haviel Perdana Handiman. Pada tahun 1989, Ruli melompat ke industri musik dengan membentuk kelompoknya, Digital Music Crew, dengan Doddy Soedaryanto dan Erick Yusuf. Setelah kematian Roesli, Ruli dipromosikan sebagai Direktur Kepala Program Musik "RUMAH MUSIK HARRY ROESLI".
Tahun 1990 dia meluncurkan Album pertama DMC "Ooo Ae Ee Oo" (Saturn Record) keluar. Mulai belajar Harmoni dengan Deden AZ dan Andre Hehanusa.
Karya-karya Ruli sudah banyak di publish di TV Nasional.
Profile Juri Lomba Film Dokumenter KPU-USO
13.58
No comments
![]() |
| Drs. Sugito |
Drs. sugito lahir di Demak, 7 Agustus 1968 ini telah memiliki prestasi yang sangat gemilang, separti pada tahun 1974 Pertukaran karya pelajar Indonesia - Jepang, 1988 Juara I Desain Stiker Kopma IKIP Semarang dan 1988 Juara II Desain T-Shirt Kopma IKIP Semarang, Drs sugito memulai karirnya pada tahun 1992 sebagai Desain Grafis Tabloit dan Majalah sampai dengan tahun 1998, kemudian pada tahun 1999 Drs sugito menjadi sutradara sampai dengan 2012 hingga saat ini.
![]() |
| Erik Wirawan |
Erik Wirawan lahir pada 19 Oktober 1979, di Banyuwangi. Pria yang mempunyai hobby menonton dan membuat film serta berpetualang merupakan juri Lomba Film Dokumenter KPU/USO di AKUSO 2013 ini, dan dia merupakan lulusan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC), Basic Financial Planning di tahun 2010.
Memulai karir atau organisasi di Bidang seni tahun 1998, sebagai editor artikel film buletin GS di Universitas Padjajaran, Bandung. Tak hanya itu, di tahun 2000-2003 dia mengikuti Indonesia Film Forum Network mewakili bandung. kemudian pada tahun 2003-2004 dia sebagai fasilitator untuk audio visual Sanggar Anak Jalanan Cinere, Jakarta Selatan.
Prestasi yang dia capai tidak hanya itu saja, dalam pembuatan film dia telah banyak memproduksi berbagai jenis film, seperti pada tahun 2004 dia membuat film dokumenter yang di produksi IN-Docs, Kick-Start!. Di tahun yang sama dia membuat Film Drama yang berjudul "FREE AS" yang diproduksi FFIKJ.
Memulai karir atau organisasi di Bidang seni tahun 1998, sebagai editor artikel film buletin GS di Universitas Padjajaran, Bandung. Tak hanya itu, di tahun 2000-2003 dia mengikuti Indonesia Film Forum Network mewakili bandung. kemudian pada tahun 2003-2004 dia sebagai fasilitator untuk audio visual Sanggar Anak Jalanan Cinere, Jakarta Selatan.
Prestasi yang dia capai tidak hanya itu saja, dalam pembuatan film dia telah banyak memproduksi berbagai jenis film, seperti pada tahun 2004 dia membuat film dokumenter yang di produksi IN-Docs, Kick-Start!. Di tahun yang sama dia membuat Film Drama yang berjudul "FREE AS" yang diproduksi FFIKJ.
Profile Juri Lomba Apresiasi PLIK
13.49
No comments
![]() |
| Michael S. Sunggiardi |
Michael S. Sunggiardi merupakan sosok yang mempunyai kapabilitas yang kuat dalam bidang IT (Teknologi Informatika) maupun dalam penjurian dengan sederet penghargaan dan prestasi yang ia peroleh baik skala nasional maupun internasional.
Sebagai juri, ia mudah beradaptasi untuk jenis teknologi komputer dan internet serta menjadi pemimpin dalam penyebaran teknologi.
Senin, 17 Juni 2013
Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK)
21.07
No comments
Program M-PLIK diciptakan untuk mengatasi kesenjangan digital maupaun teknologi unformasi antara perkotaan daerah pelosok. M-PLIK merupakan mobil pintar yang mendukung pembangunan layanan internet di semua kecamatan di seluruh Indonesia yang berjumlah 5.748 daerah. PLIK dibangun di kecamatan guna menunjang pelayanan publik. Sedangkan M-PLIK bersifat bergerak yang menjangkau perdesaan terpencil sehingga masyarakat bisa mengenal sekaligus memanfaatkan teknologi informasi tanpa harus datang ke kota. M-PLIK berbentuk minibus yang dilengkapi dengan konektor internet via satelit, lima laptop, server, televisi, dan telepon. Konten internet di M-PLIK telah diindungi dari pornografi.
Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK)
20.52
No comments
Pusat Layanan Internet Kecamatan yang populernya dipanggil PLIK adalah salah satu program pemerintah yang dipegang oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo).Sehingga di setiap kecamatan nantinya terdapat sebuah Pusat Layanan Internet yang akan menyediakan layanan internet untuk masing-masing desa di kecamatan tersebut.
DESA PINTER
20.47
No comments
Desa Pinter (Desa punya internet) dimaksudkan untuk menghilangkan kesenjangan informasi dan pendidikan, karena dengan adanya komputer yang dilengkapi akses internet, masyarakat dapat mengakses informasi apapun termasuk dunia pendidikan dan pengetahuan lainnya.
Pilot Project Desa pinter (Desa punya internet) sebanyak 100 desa yang dilengkapi dengan komputer beserta peripheralnya serta akses intenet yang memiliki kemampuan Kecepatan transfer data (Throughput) minimal 56 Kbps dari CPE ke Perangkat Operator, Latency : Maks 750 ms dari CPE ke IIX dan Packet Loss : 2% dari CPE (Customer Premises Equipment) ke IIX (Indonesia Internet Exchange).
Penyediaan Desa Pinter sebagai komitmen dalam penyediaan sarana dan prasarana telekomunikasi dan informatika di wilayah perdesaan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 32/PER/M.KOMINFO/10/2008 Tentang Kewajiban Pelayanan Universal dan memperhatikan INSAN (Internet sehat dan Aman).
Pilot Project Desa pinter (Desa punya internet) sebanyak 100 desa yang dilengkapi dengan komputer beserta peripheralnya serta akses intenet yang memiliki kemampuan Kecepatan transfer data (Throughput) minimal 56 Kbps dari CPE ke Perangkat Operator, Latency : Maks 750 ms dari CPE ke IIX dan Packet Loss : 2% dari CPE (Customer Premises Equipment) ke IIX (Indonesia Internet Exchange).
Penyediaan Desa Pinter sebagai komitmen dalam penyediaan sarana dan prasarana telekomunikasi dan informatika di wilayah perdesaan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 32/PER/M.KOMINFO/10/2008 Tentang Kewajiban Pelayanan Universal dan memperhatikan INSAN (Internet sehat dan Aman).
DESA DERING
20.09
No comments
Desa Dering merupakan layanan teleponi dasar (basic telephony) yaitu layanan telepon dan SMS (short message service) bagi daerah-daerah terpencil, daerah perintisan, daerah perbatasan, dan daerah yang tidak layak secara ekonomis serta wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan telekomunikasi di 40.052 Desa yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tujuannya adalah membuka aksesibilitas layanan komunikasi dan informasi di daerah terpencil dengan harga yang terjangkau.
Isue Finansial untuk pembangunan di daerah perdesaan (rural) bagi operator telekomunikasi adalah investasi yang besar dengan RoI (return of investment) yang kecil sehingga bisnis di area perdesaan (rural) menjadi tidak menarik.
Teknologi yang digunakan merupakan teknologi netral dengan perangkat minimal yang harus ada di fasilitas telekomunikasi dimaksud yaitu antara lain :
1. FWT (Fixed Wireless Telepon) / Handset
2. Billing Display / PDPT alat Pencatat Pulsa Telepon
3. Power Supply (PLN-APB/SC)
4. Billboard Sign / Papan Plang
5. Antena Yagi (Jika Sinyal Lemah dan menggunakan teknologi seluler)
6. Antena VSAT dan Perangkat VSAT (Jika Sama Sekali Tidak Ada Sinyal)
Tujuannya adalah membuka aksesibilitas layanan komunikasi dan informasi di daerah terpencil dengan harga yang terjangkau.
Isue Finansial untuk pembangunan di daerah perdesaan (rural) bagi operator telekomunikasi adalah investasi yang besar dengan RoI (return of investment) yang kecil sehingga bisnis di area perdesaan (rural) menjadi tidak menarik.
Teknologi yang digunakan merupakan teknologi netral dengan perangkat minimal yang harus ada di fasilitas telekomunikasi dimaksud yaitu antara lain :
1. FWT (Fixed Wireless Telepon) / Handset
2. Billing Display / PDPT alat Pencatat Pulsa Telepon
3. Power Supply (PLN-APB/SC)
4. Billboard Sign / Papan Plang
5. Antena Yagi (Jika Sinyal Lemah dan menggunakan teknologi seluler)
6. Antena VSAT dan Perangkat VSAT (Jika Sama Sekali Tidak Ada Sinyal)
Minggu, 19 Mei 2013
Profile
LATAR BELAKANG
Pemerataan dalam dunia
Telekomunikasi di Indonesia, merupakan salah satu langkah Pemerintah dalam
memeratakan hasil pembangunan, sehingga dengan adanya langkah ini, masyarakat
yang selama ini tidak pernah tersentuh dengan dunia luar, bisa menghirup udara
kebebasan berkomunikasi, tanpa batas, dan hambatan. Sebagai negara kepulauan,
Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, namun karena pemerataan
pembangunan yang belum merata, masih banyak masyarakat yang belum bisa
menikmati kekayaan Indonesia ini, sehingga masih banyak masyarakat Indonesia di
bawah garis kemiskinan.
Di negara-negara maju,
layanan telekomunikasi telah tersedia secara luas, sehingga persoalan sentral
yang terbesit dibalik ide USO adalah penentuan harga layanan telekomunikasi,
bukan masalah aksesibilitas. Sementara negara-negara maju menjabarkan USO
secara relative sederhana dengan merumuskan struktur tarif yang lebih
terjangkau oleh kalangan marginal.Universal Service Obligation di Indonesia,
India dan Malaysia harus berhadapan dengan penyediaan access bagi mayoritas
warga negara yang bukan hanya memiliki daya beli (purchasing power) yang redah,
namun juga menuntut penyediaan infrastruktur yang sangat mahal. Betapapun
mahalnya, penyediaan layanan telekomunikasi bagi mereka yang selama ini tidak
memiliki akses, merupakan suatu amanat yang tidak bisa diabaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)














